/ 01 Ilmu Waris

Bagilah harta warisan persis sebagaimana yang diperintahkan Al-Qurʾān.

Mawarith Pro menghitung bagian setiap ahli waris dalam warisan Islam dengan pecahan yang tepat — dan menjelaskan hukum di balik setiap bagian, sehingga Anda memahami alasannya, bukan sekadar jumlahnya.

17hubungan ahli waris yang dimodelkan
1/2 · 1/3 · 1/6bagian tetap menurut Al-Qurʾān
ʿAwl & Raddkasus khusus ditangani
Mengapa warisan memiliki aturan dalam Islam

Amanah yang harus dibagi dengan saksama

Ketika seorang Muslim wafat, harta yang ditinggalkannya — rumah, tabungan, saham usaha, barang pribadi — tidak begitu saja jatuh kepada siapa yang paling dekat atau paling lantang. Harta itu adalah amānah (titipan) yang diatur oleh seperangkat hukum yang dijabarkan sendiri oleh Al-Qurʾān dengan rincian yang luar biasa. Sedikit sekali persoalan dalam syariat yang disebut dengan ketelitian angka seperti ini, dan itulah sebabnya Nabi ﷺ menyebut ilmu waris sebagai "separuh ilmu."

Al-Qurʾān menyebut nama para ahli waris dan menetapkan banyak bagian mereka secara langsung:

يُوصِيكُمُ ٱللَّهُ فِىٓ أَوْلَـٰدِكُمْ ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ ٱلْأُنثَيَيْنِ "Allah mensyariatkan (mewajibkan) kepadamu tentang (pembagian warisan untuk) anak-anakmu, (yaitu) bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan." — Sūrat an-Nisāʾ 4:11

Membagi warisan dengan benar penting untuk kehidupan dunia maupun akhirat. Pembagian yang keliru bisa berarti seorang ahli waris kehilangan hak yang Allah berikan kepadanya, atau menerima harta yang bukan haknya. Mawarith Pro hadir untuk membuat pembagian yang benar menjadi jelas, transparan, dan mudah diperiksa — bagi keluarga, penuntut ilmu, dan siapa pun yang sedang menyelesaikan pembagian harta warisan.

Apa yang membuatnya berbeda

Bukan sekadar angka — melainkan alasan di baliknya

Kebanyakan kalkulator daring hanya memberi Anda persentase lalu berhenti. Mawarith Pro menampilkan cara perhitungannya, menyebutkan hukumnya, dan menandai kasus-kasus yang diperdebatkan para ulama.

Pecahan yang tepat, tanpa galat pembulatan

Bagian dihitung dengan aritmetika pecahan yang sebenarnya — 1/6, 2/3, 1/8 — lalu dikonversi ke mata uang Anda hanya pada langkah akhir. ʿAwl dan radd ditangani dengan menaikkan penyebut bersama, persis seperti yang diajarkan dalam kitab-kitab faraid.

Setiap bagian dijelaskan

Di samping setiap ahli waris Anda akan melihat mengapa mereka menerima bagiannya: ayat Al-Qurʾān, kaidah penghalang (ḥajb), atau logika ahli waris sisa (ʿaṣaba). Ia sekaligus alat belajar, bukan sekadar kalkulator.

🛡

Jujur soal kasus yang rumit

Di mana keempat mazhab berbeda pendapat — kakek bersama saudara kandung, al-Akdariyya, al-Mushtaraka — alat ini menyatakannya dengan terus terang dan menyarankan Anda merujuk pada ulama, alih-alih berpura-pura pasti.

Penghalang waris (ḥajb) sudah tertanam

Mesin perhitungan ini mengetahui bahwa anak laki-laki menghalangi saudara kakek, bahwa ibu menghalangi para nenek, dan puluhan kaidah penghalang lainnya — sehingga Anda tidak pernah menghitung ahli waris secara berlebihan atau kurang.

🌍

Mengenali mata uang & menjaga privasi

Masukkan nilai harta warisan dalam mata uang besar mana pun untuk melihat jumlah sebenarnya. Semuanya berjalan di peramban Anda — tidak ada rincian harta warisan yang pernah diunggah atau disimpan.

📖

Didukung pustaka yang nyata

Kalkulator ini berdampingan dengan panduan mendalam dan contoh kasus yang membahas pasangan, orang tua, anak perempuan, saudara kandung, serta kaidah ʿawl dan radd.

Iklan
Cara perhitungan bekerja

Empat langkah, sebagaimana diajarkan para ulama

1. Tetapkan bagian-bagian tetap (furūḍ)

Ahli waris yang disebut dalam Al-Qurʾān dengan bagian yang sudah ditentukan — pasangan, orang tua, anak perempuan, dan saudara tertentu — menerima pecahan tetap mereka lebih dahulu: 1/2, 1/4, 1/8, 2/3, 1/3, atau 1/6.

2. Terapkan penghalang waris (ḥajb)

Ahli waris yang lebih dekat menghalangi yang lebih jauh. Anak laki-laki menghalangi cucu dan saudara kandung; ayah menghalangi kakek; ibu menghalangi para nenek.

3. Berikan sisanya kepada ʿaṣaba

Apa pun yang tersisa setelah bagian-bagian tetap diberikan kepada ahli waris sisa (ʿaṣaba) — biasanya anak laki-laki, ayah, atau saudara laki-laki — dengan yang laki-laki umumnya mendapat dua kali bagian perempuan dalam kelas yang sama.

4. Sesuaikan dengan ʿawl atau radd

Jika jumlah bagian tetap melebihi harta warisan, ʿawl menguranginya secara proporsional. Jika tersisa kelebihan tanpa ahli waris sisa, radd mengembalikannya kepada para ahli waris berbagian tetap.

Selesaikan pembagian warisan dengan tenang

Masukkan para ahli waris, dapatkan pembagian yang tepat berdasarkan Al-Qurʾān dan Sunnah, dan lihat alasan di balik setiap bagian.

Buka kalkulator
Penting. Mawarith Pro adalah alat edukasi. Ia menerapkan pendapat jumhur (mayoritas ulama) untuk kasus-kasus faraid yang umum, tetapi harta warisan yang sebenarnya dapat melibatkan utang, wasiat, fakta yang diperselisihkan, dan kasus-kasus yang diperdebatkan para ulama. Untuk pembagian yang mengikat, selalu pastikan hasilnya kepada ulama yang kompeten atau pengadilan agama. Lihat Ketentuan kami untuk selengkapnya.
Iklan